Menimbang Kekurangan Wadah Plastik dan Kaca Mana yang Lebih Ramah Lingkungan

Menimbang Kekurangan Wadah Plastik dan Kaca

Plastik telah menjadi isu utama dalam keberlanjutan lingkungan. Banyak konsumen kini mulai beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti wadah kaca atau stainless steel, yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Namun, sebelum memutuskan pilihan terbaik, penting untuk memahami tidak hanya kelebihannya, tetapi juga kekurangan dari masing-masing bahan tersebut. Pada artikel ini kita akan membahas kekurangan kaca dan plastik. Setelah sebelumnya kita membahas keunggulan plastik dan kaca, kini saatnya meninjau dari sisi kekurangan dari kedua bahan tersebut.

Dengan memahami kekurangan masing-masing, kita dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam memilih wadah yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari tanpa mengabaikan dampak terhadap lingkungan maupun untuk kesehatan tubuh diri kita. Berikut kekurangan dari bahan kaca dan plastik

Kekurangan dari bahan kaca

Mudah pecah

Kaca sangat sensitif terhadap benturan, tekanan yang membuatnya mudah pecah, selain itu saat jatuh pun kaca sangat mudah terpecah belah. Kaca juga dapat mengalami pemuaian dan penyusutan yang tidak stabil jika terkena suhu yang berubah tiba-tiba. Hal ini yang dapat membuat gelas atau wadah kaca pecah. 

Harga lebih mahal

Karena biaya produksi yang tinggi dan produksi yang memakan waktu cukup lama membuat harga wadah dari kaca ini lebih mahal daripada plastik. Proses pada daur ulang kaca juga memerlukan banyak energi dibanding plastik.

Berat

Salah satu penyebab nya karena dari material pembuatannya, plastik terbuat dari polimer organik dan lebih banyak ruang kosong atau pori. Sedangkan kaca terbuat dari bahan anorganik (silika pasir) yang membuat struktur nya padat dan tidak berpori. Ketebalan nya juga berpengaruh. Salah satu contoh nya , menurut lestarikompas.com berat plastik adalah “volume 600 ml memiliki berat minimal 198 gram” sedangkan kaca, menurut himalayaabadi.com “berat jenis kaca adalah 2.579 kg/m³”.

Kekurangan dari bahan plastik

Tidak ramah lingkungan

Bukan rahasia umum lagi jika plastik merupakan masalah utama dalam pemanasan global, plastik merupakan material yang sulit terurai dan memakan waktu sangat panjang. Plastik juga saat di daur kualitasnya akan berkurang atau menurun, berbeda dengan kaca yang kualitasnya tidak berubah. 

Menyerap bau dan warna

Plastik memiliki permukaan yang berpori, hal ini yang menyebabkan wadah plastik mudah menyerap bau maupun warna dari makanan maupun minuman. Plastik juga memiliki sifat menyerap minyak, maka ini yang membuat bahan plastik sulit dibersihkan dari bekas minyak saat di cuci

Mengandung bahan kimia

Bahan plastik mengandung bahan kimia yang berbahaya untuk tubuh, bahan kimia ini dapat keluar jika wadah plastik yang kita gunakan terkena panas yang tinggi. Meskipun memiliki daya tahan yang lama, plastik tidak bisa terus menerus digunakan, ciri plastik yang sudah tidak bagus adalah bentuk nya yang sudah berubah, warna yang kusam. sebelum mencuci nya menggunakan mesin, kita harus memperhatikan label yang ada pada wadah plastik tersebut terlebih dahulu. Karena Tidak semua wadah plastik dapat dicuci menggunakan dishwasher.

Baik kaca maupun plastik masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka dari itu kita sebagai konsumen sangat penting dalam memilih dan pertimbangan dalam menggunakan wadah untuk makanan dan minuman kita sehari-hari. Sesuaikan juga dengan kebutuhan kita, apabila anda sering bepergian, botol plastik menjadi pilihan yang tepat. Namun plastik tidak selalu buruk, plastik menjadi material daur ulang yang tidak merusak lingkungan. Karena emisi, polusi, dan konsumsi energi yang dihasilkan saat daur ulang plastik lebih rendah daripada daur ulang material kaca. Anda juga harus lebih bijak dalam penggunaannya, jika barang tersebut sudah tidak layak digunakan untuk sehari-hari, sebaiknya menggantinya dengan yang baru.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *